Berita / Pedoman Investigasi Epidemiologi, Pengambilan dan Pengujian Sampel Pangan pada KLB Keracunan Pangan

Pedoman Investigasi Epidemiologi, Pengambilan dan Pengujian Sampel Pangan pada KLB Keracunan Pangan

Salah satu penyebab kematian (mortality) dan kesakitan (morbidity) di Indonesia adalah penyakit yang disebabkan oleh pangan. Sepanjang tahun, selalu dilaporkan kejadian Keracunan Pangan atau pemberitaan dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan. Akan tetapi, sebagian besar laporan tersebut belum diketahui agen penyebab dan pangan sumber keracunan seringkali tidak teridentifikasi. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, BPOM memiliki tugas untuk melakukan penyelidikan dan/atau pengujian laboratorium terhadap sampel pangan untuk mendukung penentuan penyebab Keracunan Pangan.

Penentuan penyebab KLB Keracunan Pangan ini disimpulkan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi termasuk aspek sanitasi dan higiene dan hasil pengujian spesimen dan/atau sampel pangan. Pedoman Investigasi Epidemiologi, Pengambilan, dan Pengujian Sampel Pangan pada KLB Keracunan Pangan ini membahas proses penyelidikan, pengambilan, dan pengujian sampel pangan pada KLB Keracunan Pangan, serta tindak lanjut pangan olahan penyebab KLB Keracunan Pangan. Proses penyelidikan KLB Keracunan Pangan diawali dengan kewaspadaan KLB Keracunan Pangan, dimana sumber informasi dugaan KLB Keracunan Pangan diperoleh dari laporan kewaspadaan Keracunan Pangan dan deteksi dini dugaan Keracunan Pangan yang harus dilaporkan segera melalui aplikasi SPIMKER. Laporan tersebut wajib dilakukan pengkajian oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala KKP dan apabila suatu kejadian memenuhi kriteria KLB Keracunan Pangan, maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala KKP sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing menetapkan status KLB Keracunan Pangan. Langkah Penanggulangan KLB Keracunan Pangan dilakukan sesuai peran masing-masing instansi. Penyelidikan Epidemiologi KLB Keracunan Pangan dan Pencegahan KLB Keracunan Pangan menjadi bagian dari langkah penanggulangan KLB Keracunan Pangan.

Dalam pelaksanaan peran penanggulangan KLB Keracunan Pangan, BPOM terlibat dalam pengambilan, penanganan, pengemasan, dan pengiriman sampel pangan KLB Keracunan Pangan ke laboratorium rujukan. Pengujian laboratorium sampel pangan dilaksanakan untuk mendukung penentuan agen penyebab KLB Keracunan Pangan. Pedoman ini juga membahas mekanisme tindak lanjut KLB Keracunan Pangan khususnya untuk penyebab KLB Keracunan Pangan yang bersumber dari Pangan Olahan. Mekanisme tindak lanjut KLB Keracunan Pangan meliputi pelaporan KLB Keracunan Pangan melalui aplikasi Spimker dan tindak lanjut pangan olahan penyebab KLB Keracunan Pangan.

 

Penyusun           : Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan

Penerbit             : Badan Pengawas Obat dan Makanan RI

Tahun Terbit       : 2024

Tempat Terbit     : Jakarta

Deskripsi Fisik   : 122 hlm. 14,8 x 21 cm

Jam Layanan

  • Senin - Jum'at
    08.00 - 16.00 WIB
  • Senin - Jum'at
    08.00 - 16.00 WIB

Info Kontak

Statistik Pengunjung

  • Hari Ini: 125

  • Kemarin: 140

  • Minggu Ini: 125

  • Bulan Ini: 3312

  • Total: 259068

  • Sedang Online: 0

Social Media

Penilaian Anda

2022 BPOM All rights reserved.

Mohon isi form di bawah ini!

Layanan Referensi Perpustakan BPOM