26 May 2026
Perpustakaan BPOM Hadiri Bedah Buku Bermutu dan Peresmian Pojok SIBI di Kemendikdasmen
Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut menghadiri kegiatan Bedah Buku Bermutu, Peresmian Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI), dan Integrasi SIBI dengan Senayan Library Management System (SLiMS) yang diselenggarakan oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat bersama Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin, 25 Mei 2026 di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sekaligus menyemarakkan Bulan Buku Nasional 2026 dengan tema penguatan literasi dan budaya baca di Indonesia.
Acara diawali dengan registrasi peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, komunitas literasi, dan organisasi perpustakaan. Selanjutnya dilaksanakan peresmian Pojok SIBI dan integrasi SIBI dengan SLiMS oleh Suharti selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengembangan layanan perpustakaan berbasis teknologi diharapkan dapat memperluas akses informasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan di Indonesia.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya budaya membaca, literasi digital, serta kolaborasi antarinstansi dan komunitas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan bermutu. Integrasi SIBI dengan SLiMS dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung penguatan literasi nasional melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi gelar wicara dan bedah buku 2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia yang dipandu oleh Yudhistira Nugraha. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Fahd Pahdepie selaku penulis buku, dengan pembahas Tazanna Neisha Batuwael. Dalam pemaparannya, Fahd Pahdepie menyampaikan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Tazanna Neisha Batuwael memberikan ulasan terhadap isi buku dengan menyoroti relevansi tema masa depan Indonesia dengan kondisi generasi muda saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan literasi di era digital. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai strategi meningkatkan minat baca masyarakat, peran perpustakaan di era digital, serta pentingnya kolaborasi dalam memperkuat budaya literasi nasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin penguatan jejaring antar pengelola perpustakaan dan komunitas literasi serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan layanan perpustakaan dan perbukuan di Indonesia. Kehadiran Perpustakaan BPOM pada kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung peningkatan literasi dan pengembangan layanan perpustakaan yang inovatif di lingkungan instansi pemerintah.