Berita
13 May 2026
Workshop Jaringan Kerjasama Perpustakaan Khusus Indonesia dalam Pemberdayaan Pengetahuan
Jakarta - Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan mengikuti kegiatan Workshop Jaringan Kerjasama Perpustakaan Khusus Indonesia dalam Pemberdayaan Pengetahuan di Ruang Rajawali, Kementerian Perindustrian, Selasa (12/Mei/2026). Kegiatan ini sebagai bentuk advokasi untuk dapat berperan aktif dalam penyediaan pengetahuan bagi seluruh stakeholder terkait.Workshop ini merupakan sebuah langkah awal dalam membentuk jaringan perpustakaan khusus yang tergabung didalam Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPKI). Kegiatan ini diinisiasi oleh FPKI berkolaborasi dengan Perpustakaan Kementerian Perindustrian yang telah mengundang seluruh pustakawan serta pengelola perpustakaan/pengetahuan di lingkup perpustakaan khusus baik instansi/lembaga serta perpustakaan rumah ibadah. Kegiatan ini menghadirkan para pakar dibidang perpustakaan dan manajemen pengetahuan sebagai narasumber pada kegiatan ini. Pada paparan narasumber yang dibawakan oleh Bapak Hendro Subagyo, sebagai Direktur Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN menjelaskan bahwa "Perpustakaan modern harus bertransformasi menjadi pusat knowledge dan data dimana Knowledge Management (KM) menjadi pondasi yang penting bagi sebuah organisasi yang berfungsi sebagai sumber pengambilan keputusan bagi pimpinan. Selain itu, kolaborasi dan integrasi antar institusi memerlukan dukungan SDM, teknologi, tata kelola, dan budaya organisasi yang kuat".Sementara itu, pada paparan selanjutnya yang dibawakan oleh Ibu Riko Bintari, Pustakawan Ahli Madya pada Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian - Kementerian Pertanian memberikan praktik baik yang telah dilakukan yang sebagai contoh pelaksanaan pengembangan pengetahuan. "Perpustakaan modern harus bisa berbasis kolaborasi dan integrasi data dengan cara melakukan diseminasi pengetahuan, penguatan repositori serta pertukaran informasi ilmiah. Selain itu juga, pustakawan sebagai pengelola pengetahuan perlu bertransformasi sesuai dengan kebutuhan zaman dan perlu mengusahai kompetensi digital yang nantinya memperkuat ekosistem sains dan pemerintahan digital" Ujar Riko Bintari.Melalui kegiatan ini, Perpustakaan BPOM berkomitmen untuk terus aktif dalam seluruh kegiatan FPKI serta berkontribusi memperkuat ekosistem manajemen pengetahuan melalui Repositori Institusi yang telah tersedia di Repositori Intitusi Perpustakaan BPOM yang berisi tentang local content BPOM yang dapat bermanfaat bagi seluruh stakeholder dalam meningkatkan literasi obat dan makanan. (AS)
23 Apr 2026
Bedah Buku Perpustakaan BPOM “Sumber Daya Manusia 5.0: Mengenal, Mengembangkan, dan Mengelola SDM di Era Teknologi Super Cerdas”
Perpustakaan menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk “Sumber Daya Manusia 5.0: Mengenal, Mengembangkan, dan Mengelola SDM di Era Teknologi Super Cerdas” pada hari Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi dan wawasan pegawai terhadap perkembangan sumber daya manusia di tengah transformasi teknologi yang semakin pesat. Acara diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia POM, Bapak Ali Muharam, S.IP., M.SE., MA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi era disrupsi teknologi serta perlunya peningkatan kompetensi yang adaptif dan berkelanjutan. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Alfi Shopian, S.Si., M.Si. dan Perdhana Ari Sudewo, S.Psi., M.A.B. Kedua narasumber menyampaikan materi terkait konsep Era 5.0 yang berpusat pada manusia (human-centered), yaitu sebuah tatanan masyarakat masa depan yang mengintegrasikan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data untuk menyelesaikan permasalahan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan signifikan, di mana banyak pekerjaan rutin akan tergantikan oleh otomatisasi, namun di sisi lain akan muncul berbagai peran baru yang menuntut kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kecerdasan emosional. Selain itu, pola kerja fleksibel seperti remote dan hybrid working juga menjadi tren yang semakin berkembang. Lebih lanjut, disampaikan pula tujuh kompetensi kunci yang harus dimiliki SDM di Era 5.0, yaitu literasi digital dan teknologi, kemampuan manajemen data, kecerdasan emosional dan sosial, kreativitas dan inovasi, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, pembelajaran berkelanjutan, serta etika dan kesadaran sosial. Narasumber menekankan bahwa meskipun teknologi berkembang pesat, aspek kemanusiaan seperti empati dan nilai moral tetap tidak tergantikan. Kegiatan bedah buku ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai tantangan dan peluang di Era 5.0. Peserta diharapkan dapat memahami pentingnya pengembangan kompetensi yang seimbang antara kemampuan teknis dan kemanusiaan, sehingga mampu beradaptasi dan berkontribusi secara optimal di tengah perubahan zaman.
22 Apr 2026
Buku Saku Pelaporan Efek Samping Obat: Panduan Singkat Bagi Masyarakat untuk Melaporkan Efek Samping Setelah Penggunaan Obat
Buku Saku Pelaporan Efek Samping Obat: Panduan singkat bagi masyarakat untuk melaporkan efek samping setelah penggunaan obat merupakan turunan dari Peraturan Badan POM Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Farmakovigilans. Buku ini disusun sebagai panduan praktis untuk meningkatkan pemahaman serta memudahkan masyarakat dalam rangka melakukan pelaporan efek samping obat. Buku Saku Pelaporan Efek Samping Obat: Panduan singkat bagi masyarakat untuk melaporkan efek samping setelah penggunaan obat berisi informasi bagi masyarakat dalam mengenali efek samping obat, memahami tata cara penyampaian laporan, dan manfaat dari pelaporan efek samping obat ke BPOM. Melalui penerbitan buku saku ini, BPOM mengajak masyarakat untuk berani dan aktif melaporkan efek samping obat demi penggunaan obat yang aman bagi semua.
07 Apr 2026
Kunjungan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Keluarga Bunda Jambi
Senin, 6 April 2026, Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan menerima kunjungan dari 15 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Keluarga Bunda Jambi beserta 1 dosen pendamping. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan peningkatan pengetahuan mahasiswa terkait Sistem Pengawasan Obat dan Makanan di lingkungan BPOM. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta dijadwalkan mengunjungi perpustakaan pada pukul 15.30–16.00 WIB. Di Perpustakaan BPOM, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai koleksi publikasi, layanan informasi, serta peran perpustakaan dalam mendukung fungsi pengawasan obat dan makanan. Melalui kunjungan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasan serta memahami pentingnya dukungan informasi dalam sistem pengawasan obat dan makanan, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk berkontribusi di bidang tersebut di masa mendatang.
21 Jan 2026
Membangun Repositori Perpustakaan yang Terintegrasi dan Berkelanjutan: Peran Pustakawan dalam Akses Terbuka
Selasa, 20 Januari 2026 - Acara seminar bertema “Membangun Repositori Perpustakaan yang Terintegrasi dan Berkelanjutan: Peran Pustakawan dalam Akses Terbuka” dilaksanakan di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia lantai 2, Jalan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh pustakawan, akademisi, pengelola repositori, serta pegiat literasi di lingkungan Kementerian/Lembaga di Provinsi Jakarta. Seminar ini menjadi ruang temu gagasan tentang peran strategis perpustakaan dan pustakawan dalam ekosistem pengetahuan terbuka di era digital. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Bapak Dr. Joko Santoso, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pustakawan tidak lagi hanya berperan sebagai penjaga koleksi, tetapi telah berkembang menjadi pengelola pengetahuan, mediator informasi, dan penggerak literasi digital. Ia juga menekankan pentingnya repositori dan akses terbuka sebagai sarana pemerataan pengetahuan dan penguatan riset nasional. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) dan platform Neliti. Kerja sama ini bertujuan memperkuat penyebaran karya ilmiah Indonesia melalui platform digital yang terbuka dan mudah diakses. Melalui kolaborasi ini, diharapkan karya-karya ilmiah, laporan riset, dan publikasi kebijakan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan memberi dampak nyata bagi pembangunan pengetahuan. Sesi utama diisi oleh tiga narasumber dengan tema yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Wiratna Tritawirasta, menyampaikan materi tentang peran pustakawan sebagai arsitek informasi. Ia menjelaskan bahwa di tengah ledakan informasi digital, pustakawan berperan menyusun struktur pengetahuan, menyaring informasi terpercaya, dan mengubah data menjadi informasi yang mudah dipahami. Repositori dipandang sebagai wadah strategis untuk mengelola pengetahuan secara berkelanjutan dan mendukung akses terbuka bagi masyarakat luas. Narasumber kedua, Dwi Fajar Saputra, membahas repositori institusi dalam ekosistem riset terbuka dan kaitannya dengan Digital Humanities. Ia menyoroti bahwa repositori tidak seharusnya hanya menjadi tempat menyimpan publikasi akhir, tetapi harus menjadi infrastruktur pengetahuan yang memungkinkan data dianalisis, ditautkan, dan digunakan ulang. Ia juga mengkritisi kondisi repositori di Indonesia yang sebagian besar masih berhenti pada fungsi simpan dan akses, belum sepenuhnya mendukung pemanfaatan ulang data untuk riset lintas disiplin. Narasumber ketiga, Anton, memaparkan peran platform Neliti dan layanan RepoBuilder dalam mendukung literasi pengetahuan. Ia menjelaskan bahwa Neliti berfungsi sebagai agregator dan penyebar karya ilmiah Indonesia agar lebih mudah ditemukan dan dibaca secara global. Melalui RepoBuilder, institusi yang belum memiliki repositori sendiri dapat membangun repositori digital secara praktis, sehingga hasil riset tidak hanya tersimpan, tetapi benar-benar digunakan dan memberi manfaat sosial. Seminar ini menegaskan bahwa masa depan perpustakaan dan pustakawan terletak pada kemampuan mengelola pengetahuan secara terbuka, terhubung, dan berkelanjutan. Melalui repositori, kolaborasi lintas lembaga, serta dukungan teknologi digital, pustakawan diharapkan menjadi aktor utama dalam membangun ekosistem pengetahuan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat luas.
20 Nov 2025
Peran Literasi dalam Menjaga Mental Health Secara Global
BP3IP Jakarta menggelar webinar bertajuk “Peran Literasi dalam Menjaga Mental Health Secara Global” pada 18 November 2025, menghadirkan narasumber seorang psikolog, Ayzha R.A. Anggorodi, M.Psi., yang membahas pentingnya pemahaman kesehatan mental di berbagai bidang pekerjaan. Kegiatan ini diikuti peserta dari lingkungan maritim dan pendidikan, serta dibuka oleh Capt. Anisah, M.M.Tr., M.Mar. selaku Plt Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Dr. Asmul Khairi, S.Pd., M.M. selaku Direktur BP3IP. Dalam pemaparannya, Ayzha menjelaskan bahwa literasi kesehatan mental menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya beban kerja dan tekanan lingkungan profesional. Ia menyoroti data yang menunjukkan tingginya risiko stres dan burnout, terutama pada profesi yang bekerja dalam situasi ekstrem seperti pelaut. Pemahaman yang baik tentang stres, penyebabnya, serta cara mengelolanya disebut dapat membantu individu mencegah gangguan mental yang lebih serius. Webinar juga membahas ragam jenis stres—mulai dari eustress yang bersifat positif hingga distress yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan emosional. Ayzha memaparkan bahwa faktor-faktor seperti isolasi, cuaca ekstrem, beban kerja berat, kurang tidur, dan minimnya interaksi sosial kerap menjadi pemicu stres berkepanjangan, terutama di industri pelayaran. Selain itu, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi coping, seperti problem-focused coping untuk menyelesaikan masalah secara langsung dan emotion-focused coping untuk menenangkan emosi ketika situasi sulit diubah. Ayzha juga mengingatkan bahaya escape-avoidant coping, seperti konsumsi alkohol atau menghindari lingkungan sosial, yang justru memperburuk kondisi mental dalam jangka panjang. Materi kemudian berlanjut pada pentingnya Psychological First Aid (PFA), yaitu dukungan awal bagi seseorang yang mengalami tekanan emosional atau krisis. PFA menekankan kemampuan mendengarkan aktif, memastikan rasa aman, dan membantu korban terhubung dengan layanan lanjutan. Konsep ini dinilai sangat relevan bagi profesi pelaut, pendidik, pustakawan, pelajar, hingga pegawai kantor yang rentan menghadapi tekanan kerja. Pihak BP3IP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi terkait kesehatan mental bagi para peserta didik dan tenaga profesional. Dengan meningkatnya tuntutan kerja global, institusi berharap peserta mampu membangun kesadaran diri, menjaga keseimbangan emosional, dan saling mendukung di lingkungan kerja masing-masing. Webinar kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta latihan pernapasan sebagai praktik sederhana pengelolaan stres.
06 Nov 2025
Pustakawan Jadi Agen Transformasi Menuju Jakarta Kota Literasi Dunia
Jakarta, 5 November 2025 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Provinsi DKI Jakarta menggelar talkshow bertema “Pustakawan sebagai Agen Transformasi Perpustakaan Menuju Jakarta Kota Literasi Dunia”. Acara ini menjadi ajang refleksi sekaligus inspirasi bagi para pustakawan dalam menghadapi tantangan era digital dan mewujudkan visi Jakarta sebagai kota literasi kelas dunia. Talkshow yang berlangsung di Aula Perpustakaan PDS HB Jassin ini dipandu oleh Edi Wiyono sebagai moderator, dengan menghadirkan tiga narasumber berkompeten di bidang literasi dan kepustakawanan, yaitu Nasrudin Joko Surjono (Kepala Dinas Dispursip DKI Jakarta), Wien Muldian (Pendiri “Baca di Tebet”), dan Joko Santoso (Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia/ IPI). Dalam sambutannya, Nasrudin Joko Surjono menegaskan bahwa peran pustakawan tidak lagi terbatas pada pengelolaan koleksi buku, tetapi juga sebagai penggerak literasi masyarakat. “Pustakawan kini harus menjadi agen perubahan. Mereka perlu hadir di tengah masyarakat, memanfaatkan teknologi, dan berinovasi agar perpustakaan benar-benar menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat,” ujarnya. Sementara itu, Wien Muldian menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif. Ia menekankan bahwa pustakawan perlu membuka diri terhadap dinamika sosial, budaya, dan digital agar dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Transformasi perpustakaan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pustakawan, pemerintah, komunitas literasi, dan dunia pendidikan. Joko Santoso, selaku Ketua Umum IPI, menambahkan bahwa kompetensi pustakawan harus terus dikembangkan melalui pelatihan, jejaring profesional, dan adaptasi teknologi informasi. Pustakawan masa kini adalah knowledge manager dan digital curator. Peran mereka sangat strategis dalam mendukung visi Jakarta menjadi kota literasi dunia. Talkshow ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman antar pustakawan dari berbagai lembaga di Jakarta. Peserta aktif berdiskusi mengenai strategi transformasi layanan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan literasi masyarakat di era informasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru bagi pustakawan untuk terus berinovasi dan berperan aktif dalam membangun masyarakat literat. Melalui kolaborasi dan transformasi berkelanjutan, Jakarta diharapkan mampu mewujudkan visinya sebagai Kota Literasi Dunia.
03 Nov 2025
Sosialisasi Layanan Perpustakaan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan (PPSDM POM) menyelenggarakan sosialisasi Perpustakaan BPOM dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Kompetensi SDM dan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) yang dilaksanakan secara daring pada 27 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 111 peserta yang terdiri dari pejabat fungsional dan pengelola kepegawaian di lingkungan BPOM serta Dinas Kesehatan dari berbagai daerah di wilayah Maluku dan Papua. Materi sosialisasi Perpustakaan BPOM disampaikan oleh Asril Sapli, S.I.P., yang memaparkan peran dan fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan.
16 Oct 2025
Bedah Buku Perpustakaan BPOM: Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan 2045
Rabu, 15 Oktober 2025 - Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku bertajuk Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan 2045: Menyiapkan Talenta Pengawasan Unggul, Digital, dan Global Menuju Indonesia Emas bertempat di Perpustakaan BPOM, Gedung Athena Lantai 2, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri peserta di lingkungan Badan POM Pusat baik secara daring maupun luring dan dibuka secara resmi oleh Bapak Ali Muharam selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan, dengan sambutan pembukaan yang menegaskan pentingnya menumbuhkan budaya membaca, literasi, dan komitmen pengembangan SDM di lingkungan BPOM. Dalam sambutannya, Kepala PPSDM POM menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan memberi inspirasi dan nilai praktis bagi pegawai BPOM untuk menerapkan hasil pembelajaran dalam tugas sehari-hari serta memperkuat komitmen organisasi terhadap pengembangan SDM yang unggul dan berintegritas. Kegiatan ini dipandu oleh Asril Sapli (Pustakawan BPOM) sebagai moderator, dengan narasumber utama Bapak Perdhana Ari Sudewo, S.Psi., M.A.B. sebagai seorang Widyaiswara di PPSDM POM sekaligus sebagai penulis buku “Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan 2045: Menyiapkan Talenta Pengawasan Unggul, Digital, dan Global Menuju Indonesia Emas” yang akan dibedah pada kegiatan kali ini. Dalam paparannya, Perdhana Ari tidak hanya memaparkan kerangka pemikiran dan peta jalan strategis yang termuat dalam buku, tetapi juga membagikan pengalaman penulisan serta contoh praktik yang relevan bagi pengembangan kompetensi pengawas di era digital, menekankan pentingnya literasi, komitmen pimpinan, dan kolaborasi lintas unit untuk merealisasikan visi jangka panjang. Pokok-pokok materi yang dibahas mencakup visi dan tantangan pengawasan menuju Indonesia Emas 2045 serta urgensi menghadirkan SDM yang adaptif terhadap produk dan teknologi baru; profil SDM ideal yang memadukan kompetensi teknis (enam fungsi pengawasan), literasi digital, regulatory intelligence, dan kemampuan kepemimpinan; model pengembangan kompetensi berbasis fungsi dan jalur karier spesialisasi; serta transformasi digital melalui pemanfaatan AI, big data, IoT, blockchain, e-registration, dan sistem pengawasan pintar untuk pengawasan berbasis risiko. Selain itu dibahas skema sertifikasi berjenjang dengan 34 jenis spesialisasi dan peta jalan yang terbagi menjadi empat fase (konsolidasi & digitalisasi 2025–2030; implementasi smart system 2031–2035; SDM berstandar global 2036–2040; dan sistem pengawasan berkelanjutan 2041–2045). Kegiatan ini diharapkan memperkuat literasi regulasi dan teknologi di kalangan pengawas, mendorong implementasi rekomendasi strategis ke program pengembangan SDM BPOM, serta menjadi pijakan bagi rencana pelatihan, sertifikasi, dan inisiatif corporate university yang akan memperkuat kebijakan internal dan pembinaan karier PFM.
14 Oct 2025
BPOM Terima Penghargaan sebagai Mitra Kolaborasi Pelaksana Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Tahun 2025
Jakarta, 14 Oktober 2025 — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerima Penghargaan Pelaksana Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) Tahun 2025 dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran aktif BPOM sebagai mitra kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan kebijakan nasional pelestarian karya intelektual bangsa melalui kegiatan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Kegiatan penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara “Apresiasi Pelaksana Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Tahun 2025” yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan penerbit di wilayah DKI Jakarta yang turut berperan dalam pelaksanaan SSKCKR. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta Bapak Dr. Nasruddin Djoko Surjono, S.IP, S.T, M.SE, MBA menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BPOM atas komitmen dan konsistensinya dalam menyerahkan karya cetak dan karya rekam yang dihasilkan oleh lembaga ke Dispusip DKI Jakarta. “Kolaborasi antara BPOM dan Dispusip DKI Jakarta menjadi contoh nyata sinergi antarinstansi pemerintah dalam menjaga dan melestarikan hasil karya bangsa agar dapat diakses oleh masyarakat luas,” ujarnya. BPOM, sebagai lembaga pemerintah yang memiliki fungsi strategis dalam pengawasan obat dan makanan, secara aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah, laporan tahunan, pedoman teknis, serta publikasi edukatif yang memiliki nilai pengetahuan tinggi. Melalui mekanisme serah simpan karya cetak dan karya rekam, BPOM memastikan seluruh hasil karya tersebut terdokumentasi dengan baik, tersimpan secara legal, dan dapat menjadi bagian dari warisan dokumenter nasional. Perwakilan BPOM yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi BPOM untuk terus berkomitmen dalam pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. “Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta. BPOM akan terus memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam bidang pengelolaan informasi dan dokumentasi publik, sehingga karya-karya yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia pengetahuan,” ungkapnya. Melalui kegiatan apresiasi ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta berharap semakin banyak instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan penerbit yang berperan aktif dalam pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam. Upaya ini diharapkan mampu memperkaya koleksi karya nasional, memperkuat ekosistem literasi, serta memastikan hasil karya bangsa tetap lestari dan mudah diakses oleh generasi mendatang.
12 Sep 2025
Memahami SKKNI Menuju Sertifikasi Kompetensi Pustakawan
Pada 11 September 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perpustakaan Khusus dengan tema “Memahami SKKNI Menuju Sertifikasi Kompetensi Pustakawan”. Acara ini diikuti oleh pustakawan dari berbagai instansi dengan tujuan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya standar kompetensi dalam menunjang profesionalisme pustakawan. Narasumber pertama, Luthfia Makarim, SS.MM memaparkan materi “Mengenal Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Perpustakaan”. Beliau menegaskan bahwa SKKNI menjadi acuan pokok dalam memastikan keterampilan, pengetahuan, serta sikap kerja pustakawan sesuai kebutuhan profesi. SKKNI juga berfungsi sebagai dasar penyusunan kurikulum pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pengembangan karier. Materi kedua dibawakan oleh Muhamad Prabu Wibowo, Ph.D., dengan topik “Relevansi Revisi SKKNI Perpustakaan 2025: Menyelaraskan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Pusat Pelatihan, dan Kompetensi Pustakawan sebagai Profesional Informasi di Era Data, Digital, dan Multimedia”. Beliau menekankan pentingnya penyesuaian SKKNI terhadap perkembangan teknologi dan informasi, di mana pustakawan kini dituntut tidak hanya mengelola koleksi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator informasi, pengembang literasi digital, hingga analis data. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme peserta. Sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong pustakawan untuk memahami urgensi sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan profesionalitas, sekaligus memperkuat peran perpustakaan khusus dalam menghadapi tantangan dunia informasi yang semakin kompleks.
28 Aug 2025
Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat "Pancasila di Rumahku" Karya Willy Aditya
Jakarta, 27 Agustus 2025. Perpustakaan BPOM menghadiri kegiatan Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat dengan judul Pancasila di Rumahku karya Bapak Willy Aditya yang merupakan seorang Anggota DPR RI. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Majelis Permusyarakatan Rakyat Republik Indonesia dengan mengundang sebanyak 28 instansi yang terdiri atas perwakilan perpustakaan khusus instansi pemerintah, universitas, sekolah serta organisasi masyarakat. Hadir juga sebagai narasumber Ibu Eva Kusuma Sundari dan Bapak Epin Saepuddin serta dimoderatori oleh Rahma Sarita Aljufri. Pada isi buku ini membedah mengenai kegelisahan penulis persoalan nilai-nilai pancasila yang perlu dihadirkan diruang keluarga. Pada sesi bedah buku ini membahas sejarah ideologi pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dilanjutkan dialektika serta masalah keberadaan pancasila diruang publik serta menginternalisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila pada kehidupan kita.
19 Aug 2025
Kunjungan Mahasiswa D3 Farmasi Politeknik Kesehatan Bhakti Setia
Selasa, 19 Agustus 2025, Perpustakaan BPOM menerima kunjungan dari 49 mahasiswa D3 Farmasi Politeknik Kesehatan Bhakti Setia Indonesia beserta 2 dosen pendamping. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan lapangan mahasiswa ke lingkungan BPOM. Di Perpustakaan BPOM, mahasiswa berkesempatan mengenal koleksi publikasi, layanan informasi, serta peran perpustakaan dalam mendukung program pengawasan obat dan makanan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan dan motivasi untuk turut berkontribusi dalam bidang kefarmasian dan pengawasan obat di masa mendatang.
15 Jul 2025
Workshop Analisis Kinerja Perpustakaan Berbasis SNI ISO 11620 dan 16439
Senin, 14 Juli 2025 - Perpustakaan BPOM menghadiri kegiatan Workshop Analisis Kinerja Perpustakaan Berbasis SNI ISO 11620 dan 16439 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Bapak Dr. Nasruddin Djoko Surjono. Kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber dari Badan Standardisasi Nasional, Bapak Muhammad Bahruddin dan Ibu Wiwit Ratnasari yang merupakan Dosen di Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia. Sebanyak 115 peserta ikut pada kegiatan acara ini yang merupakan pustakawan dan tenaga perpustakaan dari perpustakaan khusus dan perpustakaan perguruan tinggi yang berada di DKI Jakarta. Materi pada workshop ini terkait penerapan SNI ISO 11620 : 2023 tentang Indikator Kinerja Perpustakaan dan ISO 16439 : 2014 tentang Metode dan prosedur untuk Menilai Dampak Perpustakaan. Dasar dari kegiatan ini dilaksanakan yaitu agar mewujudkan sistem manajemen yang baik serta untuk dapat mengukur tingkat kinerja perpustakaan sehingga dapat mencapai pengelolaan perpustakaan yang baik. Materi ini sangat penting bagi perpustakaan, karena perpustakaan dapat menjadikan instrumen ini menjadi bahan evaluasi serta perencanaan perpustakaan dikemudian hari.
08 Jul 2025
Kunjungan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Senin, 7 Juli 2025 Perpustakaan BPOM menerima kunjungan dari Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Prof. Dr. Hamka Fakultas Ilmu - Ilmu Kesehatan Jurusan Ilmu Gizi. Sebanyak 84 orang mahasiswa/mahasiswi berkesempatan untuk melakukan Kunjungan Lapangan di BPOM. Pada kegiatan ini juga dirangkaikan dengan agenda kunjungan ke beberapa tempat di lingkungan BPOM salah satunya adalah di Perpustakaan BPOM. Kegiatan kunjungan ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan untuk mengetahui serta melihat langsung fasilitas yang mendukung program pengawasan dibidang makanan. Selain itu untuk mengetahui informasi yang terbaru terkait publikasi yang dimiliki oleh BPOM. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi semangat untuk dapat berkontribusi dalam pengawasan dibidang makanan.
26 Jun 2025
Workshop Strategi Penulisan Prompt untuk Layanan Perpustakaan
Dalam rangka meningkatkan kapasitas layanan berbasis teknologi di era digital, sebuah workshop bertema "Strategi Penulisan Prompt untuk Layanan Perpustakaan" telah dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta pada hari Rabu, 25 Juni 2025. Kegiatan ini bertempat di Auditorium Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat dan diikuti oleh para pustakawan dan staf layanan informasi. Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih peserta dalam menyusun prompt atau instruksi yang efektif dalam berinteraksi dengan kecerdasan buatan (AI). Penulisan prompt yang tepat menjadi kunci untuk mendapatkan jawaban yang relevan dan akurat dalam konteks layanan perpustakaan, seperti referensi cepat, klasifikasi koleksi, pengembangan konten digital, hingga asistensi literasi informasi. Pemateri utama, Ari Nugraha, Ph.D memaparkan bahwa keterampilan merancang prompt merupakan bentuk literasi digital yang kini menjadi penting bagi pustakawan modern. Materi yang dibahas dalam workshop meliputi: Pengenalan dasar prompt engineering Contoh prompt untuk pembuatan KAK Berlangganan Tools AI untuk Perpustakaan Praktik membuat prompt untuk promosi perpustakaan Pemateri juga memberikan informasi terkait jenis-jenis prompt, mulai dari open-ended prompt sampai dengan using constraints and guidelines. Melalui kegiatan ini, diharapkan pustakawan dapat lebih siap menghadapi transformasi digital serta meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada pengguna.
17 Jun 2025
Workshop Strategi Media Sosial Berbasis Data untuk Perpustakaan Khusus: Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi
16 Juni 2025 - Bertempat di Aula Lantai 4 Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin - Taman Ismail Marzuki, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta mengadakan kegiatan workshop dengan Tema “Strategi Media Sosial Berbasis Data untuk Perpustakaan Khusus: Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi” dengan sasaran peserta dari Tenaga Perpustakaan Khusus yang berada di wilayah Jakarta. Acara ini dibuka oleh Bapak Nasrudin Djoko Surjono selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, beliau menekankan betapa pentingnya peran pustakawan untuk mengelola data perpustakaan yang valid untuk dijadikan dasar konten media sosial perpustakaan khusus sehingga terhindar dari hoaks. Workshop “Strategi Media Sosial Berbasis Data untuk Perpustakaan Khusus: Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi” bertujuan membekali pustakawan dengan kemampuan menganalisis data media sosial serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan strategi konten yang lebih tepat sasaran. Peserta workshop mempelajari cara perencanaan pembuatan konten, membaca data insight dari platform seperti Instagram dan Tiktok, menyusun strategi konten berdasarkan data audiens, melakukan kampanye, evaluasi dan analisis konten. Melalui pendekatan ini, perpustakaan khusus diharapkan mampu menyajikan konten yang lebih relevan, menarik, dan berdampak, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai sumber informasi yang adaptif di era digital.
07 May 2025
Forum Konsultasi Publik (FKP) Layanan Perpustakaan PPSDM POM Tahun 2025
Senin, 5 Mei 2025 Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan (PPSDM POM) untuk mensosialisasikan serta mendengar masukan dari beberapa stakeholder terkait layanan yang telah diselanggarakan oleh PPSDM POM yang dimana salah satu layanannya yaitu layanan perpustakaan. Pada kegiatan ini dilakukan melalui daring zoom meeting yang diikuti dari unit kerja BPOM dan beberapa pihak eksternal BPOM yang terdiri dari lima (5) unsur masyarakat dari masyarakat pengguna layanan, ahli/praktisi/akademisi, intansi terkait, organisasi masyarakat, dan media massa. Turut juga hadir perwakilan dari Perpustakaan Nasional Ibu Ratna Gunarti dan Perpustakaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Chaidir Amir. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala PPSDM POM Bapak Ali Muharram, pada kesempatannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas atensi dan partisipasinya kepada seluruh stakeholder yang telah hadir untuk mewujudkan layanan PPSDM khususnya layanan perpustakaan dapat meningkat lagi. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi perpustakaan BPOM untuk memaparkan standar layanan perpustakaan BPOM yang dibawakan langsung oleh Khafidloh Tri Rusdaniati. Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan untuk dapat meningkatkan layanan serta pengembangan perpustakaan kearah lebih baik lagi.
16 Apr 2025
Kunjungan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret
Pada hari Selasa, 16 April 2025 Perpustakaan Badan POM menerima kunjungan dari Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilakukan oleh para mahasiswa. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan dan dilanjutkan dengan materi terkait sistem pengawasan obat dan makanan serta mengenai Transformasi Digital Pengawasan Obat dan Makanan: Peran Artificial Intelligence dalam Regulasi, Penegakan Hukum. Pada kunjungan kali ini juga dirangkaian dengan promosi perpustakaan terkait publikasi buku yang telah diterbitkan oleh BPOM untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi yang faktual dalam bidang pengawasan obat dan makanan. Selain itu juga, Perpustakaan BPOM juga memberikan demo penggunaan aplikasi perpustakaan seperti cara mengakses koleksi, keanggotaan perpustakaan serta layanan lainnya yang disediakan oleh perpustakaan BPOM. Dalam kegiatan ini diharapkan agar dapat masyarakat luas khususnya masyarakat dapat mengetahui informasi terkait obat dan makanan.
17 Feb 2025
Sharing Session : Akreditasi Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah
Jakarta, 13 Februari 2025 – Perpustakaan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah menyelenggarakan kegiatan Sharing Session mengenai Akreditasi Perpustakaan Instansi Pemerintah. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan Unit Kerja di BPOM dan Pegawai dilingkungan PPSDM yang bertujuan untuk memperluas dan mensosialisasikan pemahaman dan wawasan terkait pentingnya proses akreditasi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang diwakiliki oleh Ibu Dra. Adriati, M.Hum selaku Pustakawan Ahli Utama sekaligus Asesor Akreditasi Perpustakaan dan Perpustakaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dihadiri oleh Ibu Arum Wulaningsih, S.I.P selaku Pustakawan Ahli Pertama unuk dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang proses akreditasi serta strategi-strategi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah. Dengan berbagai tantangan dan kebutuhan yang terus berkembang, sesi ini memberi kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber, dan mendapatkan tips praktis untuk mendukung perkembangan perpustakaan yang lebih efektif dan terakreditasi. Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan Ibu Syamsidar Thamrin, ST. MBA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah yang penting bagi BPOM terkhusus Perpustakaan BPOM untuk berkolaborasi dan saling berbagi best practices dalam menjalankan program pengelolaan perpustakaan yang berstandar nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat lebih memahami proses akreditasi dan lebih termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan instansi pemerintah masing-masing. #PerpustakaanBPOM #AkreditasiPerpustakaan #Perpusnas #PerpustakaanBNPT
07 Nov 2024
Kunjungan Siswa SMP Garuda Cendekia Jakarta ke Perpustakaan BPOM
Pada hari Rabu, 6 November 2024, Perpustakaan Badan POM kedatangan tamu kunjungan dari siswa-siswi SMP Garuda Cendekia Jakarta. Diawali dengan pemaparan dari beberapa narasumber di unit kerja PPSDM (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia) di Gedung Batik Lantai 6, sebanyak 20 siswa-siswi dan 3 guru pendamping cukup antusias mengikuti kegiatan ini dengan tujuan untuk mengetahui fasilitas dan aktivitas apa yang dilakukan di Badan POM. Salah satu fasilitas yang ada dan menjadi layanan publik milik Badan POM adalah perpustakaan yang saat ini berada di Gedung Athena Lantai 2. Sebagai layanan publik, Perpustakaan Badan POM menjadi sumber rujukan untuk pencarian informasi bagi masyarakat khususnya di bidang obat dan makanan. Perpustakaan Badan POM cukup mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh SMP Garuda Cendekia yang mengunjungi perpustakaan BPOM, sehingga siswa-siswi yang datang memiliki kesempatan untuk mendapatkan informasi singkat melalui pemaparan yang dilakukan oleh pustakawan diantaranya adalah informaasi tentang koleksi apa yang tersedia di perpustakaan, bagaimana cara mengakses bahan pustaka, bagaimana menjadi anggota, maupun layanan apa yang ada di perpustakaan. Bagi Perpustakaan BPOM, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk mempromosikan produk informasi yang telah dipublikasikan oleh BPOM.
05 Nov 2024
Kunjungan Politeknik Kementerian Kesehatan Banten
Perpustakaan BPOM kedatangan tamu dari teman-teman dari kampus Politeknik Kementerian Kesehatan Banten. Kunjungan ini dilakukan pada tanggal 4 November 2024, pada kunjungan ini bertujuan untuk melihat fasilitas yang disediakan oleh Badan POM, salah satu tujuannya yaitu Perpustakaan BPOM. Kunjungan ini diharapkan para peserta dapat mengembangkan pengetahuan serta menjadikan Perpustakaan BPOM sebagai sarana pencarian informasi dibidang obat dan makanan. Selain itu, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Perpustakaan BPOM untuk mempromosikan produk informasi yang telah dipublikasikan oleh BPOM.
19 Aug 2024
Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke 15
Salah satu event tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Digital Indonesia yakni Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia. Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke 15 ini diselenggarakan pada tanggal 6-9 Agustus 2024 di Kota Bandar Lampung, Lampung yang merupakan hasil kerjasama antara Forum Perpustakaan Digital Indonesia dengan Perpustakaan Nasional dan Universitas Negeri Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pustakawan, tenaga perpustakaan, dan akademisi dibidang perpustakaan dari seluruh jenis perpustakaan yang ada di Indonesia. Pada kegiatan ini juga mempresentasikan sebanyak 12 pemakalah yang telah membuat makalah dengan tema "Artificial Intelegence (AI) dalam Perpustakaan Digital". Penerapan teknologi informasi di perpusakaan khususnya dalam bidang Artificial Intelegence memiliki banyak manfaat untuk membantu pustakawan dan pemustaka dalam mencari informasi. Mengingat bahwa tren penggunaan TIK di Perpustakaan sudah sangat beragam, mulai dari adanya Koleksi Digital (e-Book), Otomasi Perpustakaan, serta beberapa aplikasi perpustakaan yang berbasis open source (repository) yang dapat menjadi sumber data apabila ingin menerapkan AI di perpustakaannya masing-masing. Walaupun dengan segala kemudahan yang dimiliki oleh teknologi AI, ada beberapa kelemahan yang dimiliki AI menjadikan pustakawan perlu mempersiapkan sumber data yang valid apabila ingin menerapkan AI di Perpustakaan. Hasil dari Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke 15 ini merekomendasikan bahwa teknologi informasi berbasis AI harus menjadi alat yang membantu perkembangan pengetahuan, AI akan terus berkembang dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk perpustakaan dan pustakawan perlu belajar bagaimana AI dapat mendukung proses belajar mengajar, AI dapat membantu pelestarian budaya di Indonesia, dan pustakawan perlu menguasai tools berbasis AI untuk layanan perpustakaan dalam rangka pengembangan ilmu.
15 Jul 2024
Pustakawan Perpustakaan BPOM Menghadiri Rapat Kerja Pusat XXV IPI 2024
Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada tanggal 7-9 Juli 2024 telah menyelenggarakan Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) XXV dan Seminar Ilmiah Nasional dengan mengangkat tema “Peran Pustakawan dan Perpustakaan dalam Peningkatan Literasi Masyarakat pada Era Transformasi”. Acara ini berlangsung di Four Points Hotel by Sheraton, Bali dan dibuka oleh PJ Gubernur Bali Bapak S.M. Mahendra Jaya. Salah satu pustakawan dari Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan turut serta hadir di acara tahunan tersebut. Ketua Umum Pengurus Pusat-IPI T. Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa kehadiran IPI sebagai organisasi profesi pustakawan, telah banyak memberi kontribusi dalam memajukan kepustakawanan Indonesia. Ia juga menjelaskan, IPI aktif dalam memajukan kepustakawan Indonesia, mendorong literasi masyarakat, dan membantu pustakawan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta kecerdasan buatan membawa disrupsi sehingga mengharuskan pustakawan harus terus berbenah diri, agar tetap menjadi profesi penggerak utama melalui transformasi perpustakaan yang inklusif. Acara ini dihadiri oleh beberapa narasumber yang secara bergantian memberikan materi kepada peserta, diantaranya adalah Dr. Adin Bondar, S.Sos, Prof. Dr. I Wayan Gede Supartha SE. SU, Dr. Fuad Gani, SS, MA, Dr. Labibah Zain, hingga pegiat literasi nasional Debby Lukito Goeyardi.
26 Jun 2024
Kunjungan SMK Sentosa Cilawu
Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan menerima kunjungan dari SMK Sentosa Cilawu Kabupaten Garut. Kunjungan ini dilakukan pada tanggal 26 Juni 2024. Pada kunjungan ini, Pustakawan Badan Pengawas Obat dan Makanan memperkenalkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagai salah satu layanan publik yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan.
28 Mar 2023
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat untuk Layanan Perpustakaan Badan POM Tahun 2022
Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan Perpustakaan Badan POM adalah melakukan survei kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan dengan mengukur kepuasan masyarakat pengguna layanan. Untuk mengukur hasil Survei Kepuasan Masyarakat terhadap layanan Perpustakaan, Perpustakaan Badan POM memberikan kuesioner kepada masyarakat yang dapat diakses melalui website perpustakaan Badan POM serta barcode yang tersedia di ruang perpustakaan. Hasi Survei Kepuasan Masyarakat untuk Layanan Perpustakaan Badan POM Tahun 2022 mendapatkan predikat Sangat Puas dengan nilai 4.53 Survei kepuasan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai dasar dalam rangka peningkatan kualitas Pelayanan Perpustakaan dan Inovasi di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
11 Nov 2022
Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia Tahun 2022
Pada hari Selasa - Jumat tanggal 01 -04 November 2022, salah satu Pustakawan Perpustakaan Badan POM hadir dalam Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia Tahun 2022 di Surabaya yang diadakan oleh Ikatan Pustakawan Indoenesia (IPI) Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pustakawan Indonesia agar mampu memberikan layanan prima serta memperkuat jaringan dan kerjasama bagi Pustakawan dan Perpustakaan seluruh Indonesia. Kongres IPI XV dirangkaikan dalam agenda berupa seminar ilmiah dengan narasumber dari Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Kepala Pusat Data dan Informasi Perpustakaan Nasional, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, Duta Baca Jawa Timur, Heralda Syafira, motivator Paso Deka Dewanto, dan dari Universitas Airlangga Rahma Sugihartati. Disampaikan juga laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat IPI periode 2018-2021, pemilihan kepengurusan baru Pengurus Pusat IPI periode 2022-2025, penyusunan program kerja, peninjauan ulang AD/ART dan kode etik, dan melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Provinsi Jawa Timur. Beberapa rekomendasi dari hasil kegiatan yaitu Lembaga Induk Perpustakaan Khusus wajib mengalokasikan angaran pengembangan perpustakaan dan tenaga perpustakaan serta keterlibatan aktif pustakawan Perpustakaan Khusus dan Perguruan Tinggi dalam penguatan literasi informasi untuk kesejahteraan melalui penguatan jejaring kerjasama pustakawan dan perpustakaan sesuai core business lembaga induknya.
19 Oct 2022
Rapat Pendataan Perpustakaan Khusus
Pada tanggal 17 Oktober 2022 yang lalu Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan mengikuti kegiatan Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Perpustakaan Nasional RI yang diselenggarakan di Hotel Acacia Jakarta. Pada Agenda kali ini membahas tentang pentingnya pendataan perpustakaan yang ada Indonesia Khususnya di Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPKI). Kegiatan pendataan ini bertujuan agar dapat dilakukan monitoring perkembangan perpustakaan dalam mendukung program Satu Data Indonesia. Pada kesempatan ini pula, Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan telah resmi terdaftar dengan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 3171084A0000001 yang dapat dilihat di https://data.perpusnas.go.id/. Dengan adanya Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) ini, Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan berkomitmen melaksanakan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) yang ditetapkan oleh Perpusnas RI.
22 Jul 2022
Sosialisasi International Standar Book Number (ISBN) & Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Digital (KCKR) di Lingkungan Badan POM
Sosialisasi ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) di Lingkungan BPOM Sobat BPOM pasti sudah sering melihat istilah ISBN saat membaca buku. Namun apa sebenarnya ISBN itu sendiri? Dan apakah fungsinya?Bagaimana cara mendapatkan nomor ISBN itu sendiri? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Badan POM mengadakan sebuah sosialisasi bertajuk “Sosialisasi ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) di Lingkungan BPOM”. Sosialisasi ini bertujuan agar pegawai Badan POM mendapatkan pengetahuan tentang apa itu International Standard Book Number (ISBN) dan serah simpan Karya Cetak dan Karya rekam (KCKR) serta penerapannya di Badan POM. Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Juli 2022 di Hotel Novotel, Cikini. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari unit kerja Pusat di Badan POM. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Ibu Syamsidar Thamrin, ST, MBA. Ibu Kepala Pusdatin dalam sambutannya menyampaikan pentingnya meningkatkan kepopuleran Perpustakaan di kalangan internal Badan POM. Selanjutnya, selain menarik secara fisik dan nyaman, Perpustakaan BPOM juga harus memiliki buku yang berguna untuk internal BPOM, eksternal maupun masyarakat. Menutup sambutan, Ibu Kepala Pusdatin meminta para peserta yang hadir dalam sosialisasi untuk menjadi agen yang cinta membaca, menulis dan menorehkan hasil pemikiran dalam bentuk dokumentasi yang dapat disebargunakan. Selanjutnya narasumber yang menyampaikan materi yaitu Ibu Ekawati Emilia Hasanuddin, S.Kom yang menyampaikan materi tentang monev jumlah buku di lingkungan BPOM yang terdaftar di ISBN dan serah simpannya serta langkah-langkah mendapatkan ISBN di Badan POM. Berdasarkan monitoring dari Tim Pusdatin Badan POM, terdapat 99 judul buku yang terdaftar di ISBN melalui perpustakaan Badan POM. Dari 99 judul buku tersebut, terdapat 81 buku yang telah diserahkan kepada Perpustakaan Badan POM. Narasumber selanjutnya berasal dari Perpustakaan Nasional yaitu Ratna Gunarti, S.Sos yang menyampaikan tentang ISBN dan Dra. Tatat Kurniawati yang menyampaikan tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Dari paparan narasumber diketahui bahwa ISBN adalah kode identifikasi yang bersifat unik yang memberi identitas karya cetak dan karya rekam. Setelah buku yang diberikan ISBN terbit, maka penerbit wajib memberikan karyanya ke Perpustakaan Nasional dan/atau Perpustakaan Provinsi. Dari paparan narasumber Perpustakaan Nasional juga diketahui juga bahwa terdapat beberapa unit kerja di Badan POM yang secara mandiri mendaftarkan ISBN langsung ke Perpustakaan Nasional sehingga jumlah ini belum masuk dalam monitoring Tim Perpustakaan Badan POM. Selain itu, Perpustakaan Nasional akan memberlakukan single account untuk Instansi Pemerintah agar permintaan/pendaftaran ISBN dilakukan secara satu pintu. Dari kegiatan ini dihasilkan rekomendasi-rekomendasi sebagai berikut: Lembaga (Badan POM melalui Pusdatin) membuat tata tertib/ aturan yang mengatur ke dalam (internal) terkait proses pengajuan ISBN, mulai dari persiapan sampai dengan ISBN terbit. Menetapkan single account yang digunakan untuk mendaftarkan ISBN berdasarkan pada Surat Keputusan (SK) yang akan disusun dan bersurat kepada Perpusnas terkait pemberitahuan pemberlakuan single account untuk akun Badan POM. Pemberitahuan kepada Perpusnas RI menunggu adanya Peraturan Kepala Perpusnas terbaru dan surat edaran terkait single account tersebut. Membangun repositori Badan POM, dengan mempertimbangkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Membuat peraturan kelembagaan (Peraturan Kepala BPOM) terkait Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan awareness peserta tentang pentingnya pendaftaran ISBN serta serah simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR). Semoga dengan adanya sosialisasi ini, budaya literasi semakin berkembang di lingkungan Badan POM.
11 Jul 2022
Pengumuman
Sehubungan dengan adanya renovasi pada Ruang Perpustakaan Badan POM, untuk sementara Layanan Perpustakaan dilayani melalui Online dengan mengakses https://perpustakaan.pom.go.id. Layanan informasi lainnya dapat disampaikan melalui email perpustakaan@pom.go.id.
13 Jun 2022
Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Perpustakaan Khusus
Perpustakaan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Perpustakaan Khusus yang dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat, tanggal 8-10 Juni 2022 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI dan rapat diikuti oleh seluruh pustakawan dari seluruh Perpustakaan Instansi Pemerintah dan Swasta di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta. Agenda rapat ini membahas tentang Grand Design pengembangan perpustakaan khusus yang terdiri atas : Status kelembagaan perpustakaan di masing-masing instansi induk yang harus ditingkatkan atau setingkat eselon III. Penerapan Standar Nasional Perpustakaan Khusus (SNP Khusus) sesuai Perka No. 14 diseluruh perpustakaan Khusus Intansi Pemerintah. Pengembangan Sumber Daya Manusia di Perpustakaan Khusus Intansi Pemerintah, dalam hal ini semua pustakawan dan tenaga perpustakaan harus mengikuti diklat dan sertifikasi pustakawan. Perpustakaan khusus harus melakukan transformasi secara total terutama dalam hal status kelembagaan, pengembangan SDM Perpustakaan, pengembangan koleksi, sarana dan prasarana, serta pengembangan layanan dan pendanaan.
20 Sep 2021
Pemberitahuan Layanan Perpustakaan selama Renovasi Gedung B
Sehubungan dengan adanya kegiatan renovasi pada Gedung Layanan Publik (Gedung B) Badan POM, untuk sementara Layanan Perpustakaan BPOM diTUTUP sampai dengan adanya Pemberitahuan selanjutnya. Pemustaka dapat mengakses koleksi perpustakaan melalui https://perpustakaan.pom.go.id/ Layanan informasi lainnya dapat disampaikan melalui email perpustakaan@pom.go.id
28 Jul 2021
Pemberitahuan Layanan Perpustakaan Selama PPKM
Menindaklanjuti penetapan Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta upaya pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 di Lingkungan Badan POM, layanan datang langsung Perpustakaan BPOM TUTUP s.d 2 Agustus 2021. Pemustaka dapat mengakses koleksi perpustakaan melalui https://perpustakaan.pom.go.id/. Layanan informasi lainnya dapat disampaikan melalui email perpustakaan@pom.go.id
28 Jul 2021
Pemberitahuan Layanan Perpustakaan Selama PPKM
Menindaklanjuti penetapan Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta upaya pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 di Lingkungan Badan POM, layanan datang langsung Perpustakaan BPOM TUTUP s.d 20 Juli 2021. Pemustaka dapat mengakses koleksi perpustakaan melalui https://perpustakaan.pom.go.id/. Layanan informasi lainnya dapat disampaikan melalui email perpustakaan@pom.go.id
17 Oct 2019
Bedah Buku Badan POM untuk menghasilkan pelopor konsumen cerdas dalam pemilihan kosmetik
Di era keterbukaan informasi, hasil pengawasan Obat dan Makanan diharapkan dapat menjangkau seluruh masyarakat. Diseminasi informasi menjadi hal yang penting, salah satunya melalui buku hasil kajian BPOM. Menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan Badan POM yang berada dibawah Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan mengadakan acara Bedah Buku Badan POM pada Jumat, 11 Oktober 2019 untuk mengkaji Buku Pedoman untuk Konsumen: Kosmetika Tabir Surya dan Anti-Aging. Kegiatan berupa Talkshow yang menghadirkan pakar dalam penggunaan kosmetika. Pada Laporan Panitia, Plt. Kepala Pusdatin, Tri Asti Isnariani, menyampaikan bahwa peserta bedah buku BPOM berasal dari internal BPOM dan jejaring Perpustakaan dari Kementerian Lembaga serta Perguruan Tinggi, yang diharapkan dapat menjadi pelopor penggunaan kosmetik aman dan menjadi duta penyebaran informasi kepada keluarga, teman dan kerabat. Plt. Sekretaris Utama, Reri Indriani, memberi sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, dan menyampaikan bahwa Acara Bedah Buku merupakan upaya promosi Perpustakaan serta memantapkan jejaring Perpustakaan Badan POM. Penggunaan kosmetika merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat, oleh karena itu diperlukan edukasi kepada konsumen tentang penggunaan kosmetika yaitu dengan melakukan CEK KLIK, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kedaluwarsa. Narasumber pertama, Kepala Seksi Standarisasi Produk Kosmetik, Lili Amelia menyampaikan materi terkait Pedoman untuk Konsumen: Kosmetika Tabir Surya dan Kosmetika Anti-Aging. Beliau menyampaikan bahwa kosmetik bersifat dekoratif, tidak mengobati atau menyembuhkan. Salah satu kosmetik yang banyak digunakan yaitu Tabir Surya, yang pada penggunaannya harus sesuai waktu perlindungan yang dibutuhkan dari sinar matahari. Pemakaian tabir surya harus diulang sesuai kebutuhan, meskipun cuaca mendung karena radiasi UV tetap ada. Selain itu, Beliau juga menyampaikan beberapa tips pemilihan kosmetik. Talk show bersama Chiki Fawzi yang juga adalah influencer media sosial serta brand ambassador kosmetika, menyampaikan tips kepada peserta untuk selalu merawat kulit dengan menjaga kebersihan dan menggunakan Tabir Surya. Chiki juga menyampaikan bahwa pembeliaan kosmetik sebaiknya tidak melalui online, namun dengan langsung melihat produk dan meneliti komposisi, label dan kemasannya agar pasti keamanan dalam pemakaiannya. Chiki menyampaikan dengan adanya aplikasi BPOM Mobile, masyarakat makin dimudahkan dalam memeriksa keaslian produk kosmetik yang hendak digunakan. Dengan kehadiran Chiki Fawzi ini pesan terkait penggunaan kosmetika yang aman diatas akan lebih menyebar dikalangan milenial. Diharapkan setelah acara ini para peserta dapat memilih kosmetik yang aman dengan selalu menerapkan Cek KLIK. Dengan penggunaan kosmetika sesuai pedoman, masyarakat akan dapatkan kulit sehat dan terawat. Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan
17 Oct 2019
Layanan Perpustakaan Tutup Setengah Hari
Pengunjung perpustakaan yang kami hormati, Sehubungan dengan adanya kegiatan Bedah Buku Perpustakaan Badan POM yang dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Oktober 2019 pukul 08.30 - 12.00 WIB di Aula Gedung F, maka layanan Perpustakaan tutup dan akan buka kembali pada pukul 13.00 WIB Demikian kami informasikan, terima kasih.
14 Aug 2019
Layanan Perpustakaan Sementara Tutup
Pengunjung perpustakaan yang kami hormati, Sehubungan dengan Surat Edaran Sekretaris Utama Badan POM RI Nomor B-KP.11.03.2.24.08.19.2425 tanggal 6 Agustus 2019 perihal One Day Sport BPOM Dalam Rangka HUT RI ke 74, maka seluruh layanan publik di lingkungan Badan POM pada tanggal 15 Agustus 2019 dialihkan ke hari lain sesuai informasi dari masing-masing layanan publik. Demikian kami informasikan, agar maklum.