Logo BPOM
Perpustakaan Badan POM
Masuk

11 Jun 2026

Pedoman Budaya Keamanan Pangan di Sarana Produksi Pangan Olahan

Keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh penerapan prosedur dan pemenuhan persyaratan teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai, perilaku, dan komitmen seluruh personel dalam organisasi. Dalam industri pangan olahan, penerapan sistem manajemen keamanan pangan yang efektif memerlukan penerapan Budaya Keamanan Pangan (Food Safety Culture) yang kuat secara konsisten pada seluruh tingkatan organisasi, mulai dari manajemen puncak hingga operator.

Pedoman Budaya Keamanan Pangan di Sarana Produksi Pangan Olahan disusun sebagai acuan bagi Produsen Pangan Olahan dalam membangun, menerapkan, mengevaluasi, dan meningkatkan Budaya Keamanan Pangan secara berkelanjutan. Pedoman ini disusun dengan mengacu pada berbagai standar internasional, antara lain Codex General Principles of Food Hygiene (CXC 1-1969, Rev. 2020), Global Food Safety Initiative (GFSI), FSSC 22000, BRCGS, serta PAS 320:2023 Developing and Sustaining a Mature Food Safety Culture.

Buku ini menguraikan konsep dasar Budaya Keamanan Pangan, prinsip-prinsip pembentukan Budaya Keamanan Pangan, serta unsur-unsur Budaya Keamanan Pangan yang meliputi komitmen, kepemimpinan, komunikasi, kesadaran terhadap risiko keamanan pangan, dan ketersediaan sumber daya. Pedoman ini menjabarkan langkah-langkah praktis penerapan Budaya Keamanan Pangan menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA), sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Berbagai contoh penerapan, media komunikasi visual, indikator kinerja, serta praktik baik budaya keamanan pangan disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh berbagai skala usaha, termasuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Pangan Olahan.

Selain itu, pedoman ini menjelaskan mekanisme pengukuran tingkat maturitas Budaya Keamanan Pangan melalui survei, observasi, wawancara, dan audit, serta dilengkapi dengan contoh instrumen pengukuran dan evaluasi yang dapat digunakan oleh Produsen Pangan Olahan maupun Petugas BPOM.

Melalui pedoman ini, diharapkan sarana produksi pangan olahan dapat memperkuat penerapan sistem manajemen keamanan pangan, meningkatkan keterlibatan seluruh personel terhadap keamanan pangan, membangun budaya kerja yang berorientasi pada pencegahan risiko, serta mendorong peningkatan kinerja dan perbaikan berkelanjutan. Pada akhirnya, penerapan Budaya Keamanan Pangan yang kuat diharapkan mampu mendukung penyediaan pangan olahan yang aman, bermutu, berdaya saing, dan memberikan perlindungan yang optimal bagi kesehatan masyarakat.

📚
Pustakawan Online

Halo! Perkenalkan diri Anda sebelum memulai chat.